Oke viewers,ketemu lagi sama gue yg gak pernah bosen buat ngeposting segala sesuatu yg berbau misteri,bukan bau badan yaakkk...yooo,langsung aja tengok dehh..
Mumi bukan Cuma dilakukan oleh bangsa Mesir, China atau yang dilakukan oleh suku di Wamena Papua, Indonesia dengan menggunakan ramuan khusus. Namun mumi juga bisa tercipta karena suhu dingin yang tetap menjaga tubuh mayat tersebut awet. Mumi juga di temukan di salah satu puncak pengunungan Andes. Penemuan berharga tersebut justru ditemukan tidak sengaja oleh seorang Arkeolog ,Johan Reinhard saat mendaki gunung berapi di Peru yaitu Nevado Ampato. Saat itu Reinhard hendak memberikan tanda dengan melempar dua buah batu yang telah dibungkus plastik kuning ke dalam kawah. Tak jauh dari batu tersebut jatuh terlihat sebuah bundel tebal berbungkus kain bergaris yang ada diatas balok es. Karena penasaran, Johan dan rekannya menghampiri dengan menuruni lereng es. Setelah di buka, benar-benar diluar dugaan, terlihatlah wajah seorang gadis !
Mumi ini pun diberi nama Juanita. Dan Juanita ini merupakan mumi perempuan beku pertama yang pernah ditemukan di Amerika Selatan. Diketahui saat meninggal Juanita mengenakan pakaian terbaik penuh dengan warna cerah dibuat dari kain berkualitas tinggi yang dikaitkan peniti perak serta memakai hiasan kepala dari bulu. Dengan kondisi mumi Juanita yang sangat baik ini, hingga masih terlihat rambutnya yan gdikepang kecil dengan sangat rapi. Setelah di lakukan pemeriksaan medis diketahui sebelum kematiannya , Juanita memakan makanan yang terdiri dari sayuran. Kematiannya disebabkan oleh pukulan benda keras di samping kepala.
Penelitian pada profil DNAnya oleh para ahli dari Institute for Genomic Research di Maryland menetapkan bahwa Juanita hidup sekitar tahun 1470 (hanya 20 tahun dari tercatat Columbus mendarat di benua Amerika) dan sekitar berusia 14 tahun.
Menurut bangsa Spanyol yang menjajah Amerika Selatan, dikatakan bahwa bangsa Inca mengorban anak-anak sebagai persembahan khusus untuk dewa-dewa mereka. Dan menjadi persembahan merupakan suatu kehormatan, karena mereka tidak dikorbankan sebagai makanan dewa, tapi dipercaya ikut menghuni kedalam dunia surga para dewa. Dipercaya juga bahwa mereka masih bisa berkomunikasi dengan anak-anak ini melalui perantara dukun. Dan konon keluarganya sendiri yang menawarkan sang anak untuk dikorbankan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar